Tanda Bakti dan Kasih Seorang Anak Terhadap Orang Tua Tersayang





Terkadang Saat Mereka Sudah Tiada, Kita Baru Sadar Belum Banyak Membahagiakan Mereka
Sahabat.. Pernahkah Kita Sedih… Karena Belum Cukup Membahagiakan Orang Tua?


Dulu, mereka yang paling sering mengalah demi kita.


Bapak mungkin pernah menahan lelah, menyembunyikan sakit, dan tetap bekerja agar kita bisa hidup lebih baik.


Ibu mungkin pernah menangis diam-diam, menahan lapar, dan tetap tersenyum supaya kita tidak ikut merasa susah.


Tapi, setelah kita dewasa…


Kadang kita baru sadar, belum banyak yang bisa kita balas untuk mereka.

Belum cukup waktu yang kita berikan.
Belum cukup perhatian yang kita tunjukkan.
Belum cukup doa yang kita panjatkan.

Bahkan mungkin, ada sebagian dari kita yang orang tuanya sudah lebih dulu pulang kepada Allah…


Dan yang tersisa hanyalah rindu, penyesalan, serta keinginan untuk tetap berbakti meski tak lagi bisa memeluk mereka.

Ada seseorang yang mendatangi Nabi SAW, ia ingin meminta izin untuk berjihad.
Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”
Ia jawab, “Iya masih.” Nabi SAW pun bersabda, “Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.”
(HR Muslim)
Sahabat mulia yang dirahmati Allah SWT

Selama Allah masih memberi kita kesempatan, masih ada satu cara untuk mencintai mereka.


Satu cara untuk menghadiahkan kebaikan yang pahalanya tidak berhenti di dunia.


Yaitu dengan Wakaf Al-Qur’an atas nama orang tua tersayang.

Bayangkan…

Ada seorang santri yang membaca Al-Qur’an dari mushaf yang Sahabat wakafkan.

Setiap huruf yang ia baca…
Setiap ayat yang ia hafalkan… Setiap doa yang ia panjatkan…


Semoga menjadi pahala jariyah yang terus mengalir untuk ayah dan ibu tercinta.